Pi telah dikenal selama 4000 tahun. Pi merepresentasikan hubungan antara keliling dan diameter lingkaran. Meski demikian, belum diketahui siapa yang sebenarnya menemukan Pi.
Angka Pi yang dikenal saat ini, 3,14, adalah pembulatan. Sebenarnya, angka Pi adalah 3,141592653…. Ujung Pi, alias angka desimal dari Pi belum ditemukan. Perlombaan menemukan Pi yang seakurat mungkin alias sebanyak-banyaknya angka di belakang koma dalam Pi adalah salah satu yang menarik untuk diamati.
Masyarakat Babilonia yang melakukan penghitungan menyebutkan bahwa angka Pi adalah sedikit lebih besar dari 3. Besarnya kira-kira 3 1/8 atau 3,125. Sementara, matematikawan Mesir melakukan penghitungan lagi dan menemukan bahwa Pi adalah 3,16049. Kedua angka tersebut tentu saja belum akurat.
Matematikawan Yunani, Archimedes of Syracrus (287-212 SM), mulai mendekati keakuratan. Dengan menggunakan poligon, ia menyatakan bahwa Pi adalah 3,1485. Di belahan timur, matematikawan Cina Zhu Chongzhi (429-500 M), semakin mendekati keakuratan. Ia menyatakan dalam pecahan bahwa Pi adalah 355/113 atau 3,1415929. Kemajuan pencarian Pi mulai terjadi abad 15 dan 17.
Matematikawan India (Madhava) dan Jerman (Gottfried Leibniz) menemukan seri Madhava-Leibniz. Pi dinyatakan hingga 11 angka di belakang koma. Tahun 1707, mulailah diperkenalkan lambang Pi dalam aksara Yunani. William Jones, matematikawan dari Welsh, adalah yang pertama kali memperkenalkannya. Meski demikian, lambang itu baru dipopulerkan oleh Leonhard Euler pada 1737.
Hingga sebelum era komputer, perhitungan Pi yang paling akurat adalah yang dilakukan D.F Ferguson. Ia berhasil menghitung nilai Pi hingga 620 angka di belakang koma. Pada era selanjutnya, kemajuan besar diperoleh. Tahun 1947, perhitungan dengan kalkulator membuahkan hasil nilai Pi hingga 710 angka di belakang koma. Sementara itu, Takahashi Kanada pada tahun 1999 berhasil menghitung hingga 206.158.430.000 angka di belakang koma dengan Hitachi SR800. Tim Universitas Tokyo berhasil menghitung hingga 1.241.100.000.000 angka di belakang koma. Rekor terbaru dipegang oleh oleh Shigeru Kondo dan Alexander Yee yang dengan ‘super komputer’nya berhasil menghitung Pi hingga 5 triliun angka di belakang koma. Kondo dan Yee membutuhkan waktu 90 hari untuk menghitung Pi hingga 5 triliun angka di belakang koma. Sebanyak 20 harddisk eksternal dibutuhkan dan 68 jam untuk verifikasi.
Hingga kini, angka pada ujung dari Pi belum ditemukan. Bahkan, Pi mungkin tak memiliki ujung. Satu per satu rekor penghitungan Pi akan terkalahkan seiring waktu. Sementara misteri Pi belum dipecahkan, kini dikenal lagi ‘Tau’. Nilai Tau adalah 2 kali Pi, alias sekitar 6,28. Bilangan ini mulai dikenalkan sejak tahun 2001 dan mulai mendapat banyak dukungan. Tau dianggap memiliki kelebihan dibanding Pi.
Salah satunya, Tau dianggap lebih mudah dipahami dibanding Pi sehingga membantu awam dalam memahaminya. Entah Pi atau Tau yang dipilih, peringatan Hari Pi bisa menjadi kesempatan bagi siapa pun, terutama orangtua dan pendidik, untuk memperkenalkan matematika.

:.
0 komentar:
Posting Komentar
Komentar yuk komentar. Setelah dibaca sebaiknya tinggalkan komentar Anda :)