FOTO KEGIATAN

seminar
BIMBINGAN BELAJAR UNTUK ANGK. 2010 DAN 2011 setiap Hari MINGGU jam 09.00 di Kampus 1 | KAJIAN INTELEKTUAL setiap HARI MINGGU BA'DA DUHUR setelah BIMBEL di Kampus 1
"Jangan pernah berfikir apa yang bisa organisasi berikan padamu, tapi cobalah berfikir apa yang bisa kamu berikan kpd organisasimu..." (Hadi Kasmaja)

Selasa, 24 April 2012

Hakikat Matematika

Matematika sebagai ratu ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain. Matematika mempelajari tentang pola keteraturan, dimulai dari unsur-unsur yang tidak terdefinisikan kemudian pada unsur yang didefinisikan.
Proses pembelajaran adalah pembentukan diri siswa untuk menuju pada pembangunan manusia seutuhnya. Salah satu ciri dari pembelajaran matematika masa kini adalah penyajiannya didasarkan pada teori pembelajaran. Begitu pentingnya pengetahuan tentang teori pembelajaran dalam sistem penyampaian materi di depan kelas, hingga setiap metode pengajaran harus sesuai dengan teori-teori yang dikemukakan oleh ahli pendidikan, beberapa teori belajar dalam psikologi di aplikasikan dalam pendidikan, dan diungkapkan bagaimana implikasinya dalam pembelajaran matematika.
Alternatif utama behaviorisme adalah teori belajar kognitif. Karya Piaget merupakan tonggak penting dalam pengembangan pada kognisi, meskipun ia tidak berusaha untuk menyajikan ide-ide sebagai teori belajar. Keyakinan Bruner dalam pentingnya kognisi menyebabkan dia mempromosikan penemuan belajar, dan ini telah memiliki pengaruh yang besar pada kurikulum sekolah. Ausubel (1968) juga telah menyajikan sebuah teori yang komprehensif verbal bermakna pembelajaran yang menuntut pertimbangan yang cermat, hasil dan konsep menggabungkan dijelaskan oleh Piaget tetapi juga mengkritik kepercayaan dalam kemanjuran Penemuan belajar.

Psikologi belajar atau disebut pula dengan teori belajar adalah teori yang mempelajari perkembangan intelektual (mental) siswa. Didalamnya terdiri atas dua hal yaitu :
  1. Uraian tentang apa yang terjadi dan diharapkan terjadi pada intelektual anak.
  2. Uraian tentang kegiatan intelektual anak mengenai hal-hal yang bisa dipikirkan pada usia tertentu.
Dengan menguasai psikologi pembelajaran, guru bisa mengetahui kemampuan yang telah dimiliki siswa dan bagaimana proses berfikirnya. Disamping itu ia mengetahui pula tentang bagaimana menciptakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kondisi siswa dan tujuan pengajaran.

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yuk komentar. Setelah dibaca sebaiknya tinggalkan komentar Anda :)

TULIS APAPUN DISINI