FOTO KEGIATAN

seminar
BIMBINGAN BELAJAR UNTUK ANGK. 2010 DAN 2011 setiap Hari MINGGU jam 09.00 di Kampus 1 | KAJIAN INTELEKTUAL setiap HARI MINGGU BA'DA DUHUR setelah BIMBEL di Kampus 1
"Jangan pernah berfikir apa yang bisa organisasi berikan padamu, tapi cobalah berfikir apa yang bisa kamu berikan kpd organisasimu..." (Hadi Kasmaja)

Selasa, 17 April 2012

Sekilas info Olimpiade Matematika Internasional (IMO)

Olimpiade Matematika Internasional (International Mathematical Olympiad; IMO) adalah olimpiade sains pertama di dunia. Olimpiade ini mulai diselenggarakan tahun 1959 di Rumania. IMO pertama ini diikuti oleh tujuh negara Eropa Timur. IMO diselenggarakan sekali setiap tahun, kecuali tahun 1980. Berikut adalah tuan rumah IMO yang akan datang:
  •  2011 : Belanda
  •  2012 : Argentina
Tujuan Olimpiade Matematika Internasional
  •  menemukan, mendorong dan menantang bakat-bakat muda dalam matematika di setiap negara;
  •  menumbuhkan persahabatan antar matematikawan antar negara;
  •  memberikan kesempatan pertukaran informasi dan pikiran tentang pengajaran matematika di sekolah-sekolah;
  •  mempromosikan matematika.

Peserta IMO
Partisipasi dalam IMO adalah resmi mewakili negara, berdasarkan undangan tuan rumah. Setiap negara peserta mengirimkan 2 orang official (leader, deputy leader) dan paling banyak 6 orang peserta.
Persyaratan peserta adalah:
  •  berusia tidak lebih dari 20 tahun
  •  belum pernah mengikuti pendidikan pada tingkat perguruan tinggi.

Soal IMO
Soal-soal IMO dapat dikelompokkan ke dalam empat bidang, yaitu aljabar, geometri, kombinatorika, dan teori bilangan. Orientasi soal adalah pemecahan masalah.
Soal-soal IMO memiliki karakteristik: baru, tidak rutin, memerlukan pengetahuan tingkat sekolah menengah, tetapi memerlukan kematangan matematika lanjut (wawasan, kecermatan, kejelian, kecerdikan dan pengalaman).
Soal diusulkan oleh negara-negara peserta (tuan rumah tidak mengusulkan soal). Soal yang sudah terkumpul dan dipilih sekitar dua puluhan oleh problem selection yang dihimpun dalam short list. Dari short list ini dipilih enam soal yang akan dikeluarkan dalam kontes melalui voting sidang dewan juri yang beranggotakan para leader dari negara-negara peserta.

Waktu dan Skor
Setiap peserta IMO diminta menyelesaikan enam soal dalam dua hari tes. Setiap hari diberikan tiga soal dengan waktu 4,5 jam.
Setiap soal bernilai 7 angka.
Dengan demikian, setiap peserta memperoleh nilai paling tinggi 42 angka.
Setiap negara peserta memperoleh nilai paling tinggi 252 angka. Perolehan nilai negara tidak ditetapkan secara resmi.

Penghargaan/Medali
Penghargaan kepada peserta diberikan dalam bentuk medali. Pemenang medali paling banyak setengah dari jumlah peserta.
Ratio banyaknya pemenang medali emas, perak dan perunggu hendaknya dibuat sedekat mungkin kepada 1:2:3.
Peserta yang tidak memperoleh medali, tetapi memperoleh nilai penuh untuk paling sedikit satu soal akan mendapatkan honorable mention.

Peran Serta Indonesia
Indonesia pertama kali mengikuti IMO pada tahun 1988 di Canberra, Australia.
Selama 22 kali kesertaan dalam IMO, Indonesia memperoleh 4 medali perak, 20 medali perunggu, dan 27 honorable mention.
Selain mengikuti IMO, Indonesia juga mengikuti Asian Pacific Mathematics Olympiad (APMO) dan Southeast Asian Mathematics Olympiad (SEAMO).

Berikut diberikan data prestasi Indonesia dalam mengikuti IMO.

Tahun Kota Emas Perak Perng Nilai Peringkat
1988 Canberra, Australia - - - 6 48 dari 49
1989 Braunschweig, FRG - - - 21 49 dari 50
1990 Beijing - - - 40 51 dari 54
1991 Uppsala, Swedia - - - 30 48-49 dari 55
1992 Moskow - - - 22 59 dari 64
1993 Istanbul, Turki - - - 15 70 dari 73
1994 Hongkong - - - 46 60 dari 69
1995 Toronto, Kanada - - 1 68 53 dari 73
1996 Mumbai, India - - - 11 68 dari 73
1997 Mar del Plata, Argentina - - - 44 63 dari 82
1998 Taipei - - - 16 68 dari 76
1999 Bukares, Rumania - - - 35 64-65 dari 81
2000 Taejon, Korea - - 2 54 51 dari 82
2001 Washington, D.C. - 1 - 36 59-63 dari 83
2002 Glasgow, Skotlandia - - 1 38 64 dari 84
2003 Tokyo, Jepang - - 2 70 39-40 dari 82
2004 Athena, Yunani - - 1 61 56 dari 85
2005 Merida, Mexico - - 3 70 43-44 dari 91
2006 Ljubljana, Slovenia Tidak berangkat (masalah visa)
2007 Hanoi, Vietnam - 1 - 69 52-54 dari 93
2008 Madrid, Spanyol - 1 2 88 36 dari 97
2009 Bremen, Jerman - - 4 84 43 dari 104
2010 Astana, Kazakhstan - 1 4 105 30 dari 96
Peraih Medali
Pemenang medali IMO dari Indonesia:

Perak: Hendrata Dharmawan, SMUK 1 Jakarta (2001)
Raymond Christopher, SMUK 1 Jakarta (2007)
Andreas Dwi Maryanto G., SMAK Kolese Santo Yusup, Malang (2008)
Ahmad Zaky, SMA Negeri 8 Jakarta (2010)

Perunggu: Lukito Muliadi, SMUK 3 Jakarta (1995)
Djoko Wibowo, SMUN 1 Serang (2000)
Mushthofa, SMUN 3 Jombang (2000)
Fajar Yuliawan, SMUN 1 Solo (2002, 2003)
Septian Hartono, SMUK 1 Jakarta (2003)
Hendra Suratno Tju, SMUK Karunia Jakarta (2004)
Dimas Yusuf Danurwenda, SMAN 10 Samarinda (2005)
Sander Parawira, SMAK 1 Jakarta (2005)
Andre Yohannes Wibisono, SMAK St Louis Sby (2005)
Aldrian Obaja, SMAK 1 BPK Penabur, Bandung (2008, 2009)
Fahmi Fuady, SMA Pribadi, Bandung (2008)
Joseph Andreas, SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta (2009)
Andreas Dwi Maryanto G., SMAK Kolese Santo Yusup, Malang (2009)
Ronald Widjojo, SMAK St. Louis 1, Surabaya (2009)
Johan Gunardi, SMAK 5 BPK Penabur, Jakarta (2010)
Stefanus Lie, SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta (2010)
Raja Oktovin, SMA Negeri 1 Pekanbaru, Riau (2010)
Tobi Moektijono, SMA IPEKA International Christian School, Jakarta (2010)

Kelemahan Kita
Kelemahan peserta Indonesia adalah tidak mampu mengemukakan jawaban secara baik (sistematis, argumentatif, jelas), sekalipun mereka dapat menemukan jawabannya.
Tampaknya ini merupakan cermin dari pengajaran matematika sekolah di Indonesia dan merupakan dampak dari perhatian yang keliru terhadap UMPTN atau SPMB.

Seleksi Awal Calon Peserta IMO
Seleksi wakil Indonesia untuk IMO:
Sasaran: siswa/i SLTP (kelas 3) dan SMU (kelas 1 dan 2).
Seleksi awal:
  •  Tingkat sekolah
  •  Tingkat kota/kabupaten (20 soal isian singkat)
  •  Tingkat propinsi (20 soal isian singkat dan 5 soal esei)
  •  Tingkat nasional (± 90 peserta), dikemas dalam kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) (2 hari @ 4 soal esei)


Pembinaan
Pembinaan dan seleksi lanjut:
  •  Pembinaan tahap pertama (4 minggu): ± 30 peserta
(materi & problem solving skills dasar)
  •  Pembinaan tahap kedua (4 minggu): ± 15 peserta
(problem solving skills (more advanced))
  •  Pembinaan pra keberangkatan (3 minggu): 6 peserta
(simulasi & pematangan mental)

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yuk komentar. Setelah dibaca sebaiknya tinggalkan komentar Anda :)

TULIS APAPUN DISINI